Kisah Seekor Kupu-kupu 6/14/2008


Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari

lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam
beberapa jam, calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang

dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.

Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan.


Kelihatanya dia telah berusaha semampunya dan dia

tidak tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang


tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil

sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari

kepompong tersebut.

Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia

mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya

mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena

dia berharap bahwa, pada suatu saat sayap-sayap itu

akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang

tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalanya waktu. Semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataanya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya

dengan merangkak disekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayang mengkerut. Dia tak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan

orang tersebut adalaah kepompong yang menhambat dan

perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati

lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan

dari tubuh kupu-kupu itu kedalam sayap-sayapnya

sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia

memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita

perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita

hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru

akan melumpuhkan kita.

Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang

dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang

kita mintakan.

Kita mungkin tidak akan pernah bisa “terbang”.

Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha

Penyayang. Kita memohon kekuatan dan Tuhan memberi

kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Kita memohon kebijakan, dan Tuhan memberi kita

berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita

bertambah bijaksana.

Kita memohon kemakmuran, dan Tuhan memberi kita otak

dan tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam

mencapai kemakmuran.

Kita memohon keteguhan hati, dan Tuhan memberi bencana

dan bahaya untuk diatasi.

Kita memohon cinta, dan Tuhan memberi kita orang-orang

yang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.

Kita memohon kemurahan dan kebaikan hati, dan Tuhan

memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih

berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing kita …….

Apakah jika kita tidak memperoleh yang kita inginkan,

berarti bahwa kita tidak mendapatkan segala yang kita

butuhkan ?.

Kadang Tuhan tidak memberikan apa yang kita minta,

tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk

kita, kebannyakan kita tidak mengerti, mengenal bahkan

tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal itulah yang

terbaik untuk kita.

Dari kisah tersebut diatas, kita bisa ambil hikmahnya.

Sejauh manakah penilaian dan sangkaan buruk kita

kepada Tuhan atas semua yang telah kita dapatkan

selama ini. Kita harus bisa mencoba untuk mengerti

rencana Tuhan atas diri kita. Tuhan Maha Tahu dan Maha

Adil. Tuhan tidak akan menganiaya hambanya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Yaips...
Benar,,,,

Posting Komentar