
Posting TerakhirArsip BlogLabels
Pesan KesanLinksKomentar Terakhir |

| SURAT UNTUK AYAHANDA TERCINTA | 2/06/2009 |
|
komentar (2)
Filed under:
Love
|
|
Assalamu’alaikum WarohmatullahiWabarokaatuh…..
Teruntuk Ayahanda tercinta
Yang rela berpeluh keringat
Demi senyum Nanda yang belum
Membalas cinta pengorbananMu…..
Salam beriring takzim Nanda sampaikan kepada Ayahanda tercinta,
Ayahanda . . . . . . .
Melalui surat ini Nanda ingin sekali kembali menghimpun cerita-cerita yang terserakmengenai kenangan masa lalu ketika masa kecil Nanda yang teramat indah bersamamu duhai Ayahanda . . . . .
Sampai jarak memisahkan seperti saat ini, Nanda masih menyimpan memori kehidupan yang tak pernah tergantikan, kenangan-kenangan diantara kita Duhai Ayahanda . . . . .
Sungguh membekas dalam perjalanan dan di setiap relung hidup Nanda.
Ayahanda . . . . .
Kini Nanda akan memulai menceritakan kembali memori indah bersamamu duhai Ayahanda tercinta.
Ayahanda yang selalu Allah SWT kasihi . . .
Teringatkah duhai Ayahanda ?
Ingatkah Ayah mengenai Sebuah cerita tentang sepeda onthel yang selalu membawa kita terbang jauh, teman yang tak pernah lelah mengiringi setiap langkah dalam pencarian pertahanan hidup dan arti kehidupan ?
Nanda yakin Ayahanda masih mengingatnya karena di sanalah babak kehidupan mulai terajut mencoba meraih asa yang masih tergantung di langit-langitNYA.....
Nanda ingin kembali bercerita Ayah . . . .
Teringatkah Ayah akan sepeda onthel yang dahulu pernah membawaku terbang melewati awan-awan mendung yang membawa hujan,
Walaupun - realita setiap reotnya adalah saksi hidup yang penuh dengan peluh serta rintik-rintik kepedihan . . . .
Dalam setiap perjalanannya engkau selalu mendendangkan syair-syair kicauan burung syurga yang menentramkan bagi siapa yang mendengarnya.
Engkau ketuk dari satu pintu ke pintu lainnya
Menjajakan kerupuk udang yang telah membawa berjuta asa dan cerita . .
Tetapi ayah . . . .
Dalam setiap detiknya, walau waktu menyiratkan bahwa banyak awan mendung menggelayut, Engkau tetaplah Ayahku yang terhebat takan pernah tergantikan oleh apa dan siapapun ...
Setiap perjalanan antara Kita selalu saja ada cerita yang menggembirakan antara Nanda dan Ayah . . .
Ingatkah Ayah ketika dahulu kau bonceng aku menjelajahi dunia penuh senyum tanpa membatasinya dengan kemuraman . . .
Suatu ketika Ayah bercerita tentang Paris Van Java . .
Sebuah kota Indah di Indonesia
Ya! Bandung Kota kembang
Suatu siang saat matahari memanas sepulang sekolah,
Nanda Ayah ajak ku berkeliling menjelajahi dunia asa merajut mimpi seperti biasanya . . . .
Sebelumnya, Ayah memberi prolog pada rencana perjalanan kita . . . .
Ayah berkata, ” Nak, kita akan bertamasya jauh . . . sekali . . .”
Nanda lalu menyahuti Ayah pada waktu itu, Ayah masih ingatkan?
” Kita hendak kemana Ayah? ”
Dengan jawaban selembut nyanyian syurga Ayahpun lalu menyahuti sambil membenarkan letak dudukku di tempat aku biasa membonceng melewati ruas-ruas dunia . . .
” Kita akan bertamasya ke sebuah kota yang sangaaaaaaaat jauh.......
Bandung--Nanda”.
Betapa aku tak percaya mendengarnya
Ayah membuatku senang, seakan- akan Nanda adalah makhluk kecil yang paling bahagia di gendong melintasi belaian kasihNya.
Segera saja Nanda tak sabar kegirangan sambil mendesak Ayah agar cepat-cepat membawa nanda terbang jauh melintasi hamparan keMahaBesaranNya.
Ayahanda bukannya itu cerita indah?
Walau Ayah letih mengayuh sepeda sambil membawa tentengan krupuk udang penyambung hidup, Nanda bangga tidak terkira atas sikap Ayah menghadapi hidup . . . . selalu saja ada sesuatu yang selalu Ayah bagi untuk kami . . .Walau bukan gelimangan Mainan atau uang jajan,
Tetapi Ayah . . .
yang engkau berikan Pada Kami Putra-Putrimu lebih dari itu,
yang kau bagi dengan Kami adalah kebahagiaan yang tak terbayarkan dengan apapun . . . .
Ayah membahagiakan kami melalui cara Ayah . . .
Ayah membuat kami tersenyum dengan cara Ayah
Begitulah yang Nanda ingat . . .
Ya! Ayah membahagiakan, mengembangkan senyum Kami
Melalui cara Ayah.
Ayahanda tercinta . . . . .
Nanda akan melanjutkan cerita Kita tadi Ayah ...
Dalam perjalanan kita menuju Kota Syurga kita
Ayah memberikan sejumlah syarat kepada Nanda
Lalu Nanda segera menuruti syarat yang Ayah berikan.
Ayah ingat?
Ayah meminta Nanda menutup mata Nanda membayangkan tempat indah yang akan kita kunjungi . . .hingga tiba saatnya Ayah memberikan aba-aba pertanda bahwa tempat indah sudah kita datangi.
Hati ini riang mengetahui kita sampai pada tempat yang sangat jauh . . . hanya dengan menggunakan sepeda onthel-saksi sejarah hidup ketika mencoba menjala KaruniaNya.
Lalu, Ayah . . . .
tibalah kembali Nanda melihat kembali realita hidup yang Nanda pandang lugu pada waktu itu . . . .tanpa mengetahui apa di balik semua itu.
Ayah kembali mengetuk pintu-pintu berpenghuni sembari menyodorkan kerupuk udang yang telah terbungkus rapi oleh tangan lembut Bunda yang juga sangat Nanda Kasihi.
Dengan mengantongi beberapa perak dari satu pintu . . .
Ayah kembali mengajak Nanda untuk kembali menjala kasihNya
Sungguh Ayah . . . . tak pernah kulihat gurat-gurat kesedihan dari Ayah
Selalu ada saja yang Ayah beri untuk Nanda
Sejumput kebahagiaan serta Tawa lepas yang tak bisa di beli di toko-toko manapun di muka bumi ini.
Sambil memberikan tebakan-tebakan aneh, lucu yang menggelikan . . . .
Sepanjang perjalanannya Ayah mencoba mengajak Nanda bercanda menceritakan sesuatu yang membuat Nanda tertawa. Selalu ada saja.
Begitulah cara Ayah menghibur Nanda . . .
Bahkan bukan hanya Nanda . . . Kami semua yang ada di dekat Ayah pasti tersenyum bahagia memiliki Ayah yang hebat seperti Ayahanda . . .
Sampai-sampai sepulang dari petualangan kita, Nanda sering merasa kegirangan sehingga menceritakannya pada teman-teman Nanda bahwa Nanda pernah pergi ke Paris Van Java hanya menggunakan sepeda onthel saja, sampai-sampai teman-teman Nanda--Ayah . . . percaya walau pada awalnya mereka tak percaya.
Tapi, Nanda dengan polosnya mempengaruhi teman-teman Nanda.
”Iya, benar yang Nanda datangi dengan Ayah adalah Bandung . . . orang ada tulisannya. BAN-DUNG.”
Sekali lagi begitulah cara Ayah membahagiakan Anak-anaknya.
Tak bermaksud membohongi, BANDUNG ada di kota Kecil Kita
kan Ayah?
Bandung-Kimpling itulah sebutan Bandungnya Tegal
Kota Tegal, Tempat pertama kalinya Nanda melihat indahnya dunia, merangkai puzzle kehidupan yang Nanda susun bersama Ayah, Bunda, Kakanda, dan juga Adinda, orang-orang yang paling Nanda kenal oleh pertalian darah yang takan pernah terputus walau jarak dan waktu mendera.
Begitulah, begitulah cara Ayah membahagiakan Kami.
Ayahanda,
Nanda selalu ingat akan perjuangan Ayah yang selalu memeras keringat membanting tulang berjuang tak sekedar untuk hidup, tetapi untuk kehidupan yang cerah.
Duhai Ayahanda...
Teringat akan cerita Bunda, sering sekali Bunda mengatakan bahwa Ayah adalah pejuang keluarga yang selalu ada untuk kebahagiaan orang-orang di sekitarnya. Jatuh bangun Ayah itulah justru kekuatan Ayah, pondasi untuk kembali menyulam mimpi-mimpi.
Kini Ayah . . . .
Ayahanda telah membuktikan pada dunia ini.
Bahwa kerja keras serta keikhlasan Ayahlah yang membawa kami pada dunia yang lebih indah...
Alhamdulillah Sudah seharusnya kita, khususnya Nanda panjatkan atas kesempatan Pendidikan di perguruan tinggi yang Nanda jalani sekarang.
Sungguh indah Ayah nikmat yang diberikan Allah SWT kan Ayah ?
Alhamdulillah Allah SWT masih mengijinkan Nanda menuntut ilmu di Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Sebelas Maret
Alhamdulillah, Alhamdulillah . . . kembali Nanda ucap dan rasakan bahwa takdir telah membawa pada kesempatan Nanda menuntut ilmu di Program Studi Pendidikan Luar Biasa . . . .
Sungguh luar biasa memang Ayah . . .
Sesuai dengan Harapan Ayah dan Bunda, yang mengajarkan agar Nanda selalu bisa bermanfaat.
Ya, Ayah ...
Nanda pun begitu, berharap Nanda dapat bermanfaat keberadaannya, bermanfaat ilmunya — semoga.
Seperti Bunda, Nanda ingin menjadi seorang pendidik
Mendidik dengan cinta, di balik keterbatasan maupun kelebihan-kelebihan mereka.
Ayah, syukur Alhamdulillah . . . .
Karena Allah telah memberi Rezeki lebih kepada kita dengan ijinNya
Melalui pekerjaan yang lebih baik menjadi agen Asuransi mengajak orang-orang untuk mengikutinya agar lebih terjamin hidup maupun pendidikannya.
Ayahanda . . . .
mulai saat ini dan seterusnya Nanda bejanji untuk membuat Ayah tersenyum bahagia, menjalankan amanah Ayah merajut mimpi dan harap Kita bersama . . . .
Nanda berjanji menjadi salah satu Bintang Terang
Bintang terang yang selalu bersinar...
Bersinar melalui ijinNya
Dengan apapun yang Nanda punya
Cinta, Prestasi yang selalu menjadi penerang
Dengan ilmu-ilmu yang Nanda dapatkan melalui ajaranmu Ayah.
Ajaranmu tentang cinta
Ajaranmu tentang cita
Ajaranmu tentang kerja keras
Sehingga Nanda inginkan bisa membalas Semua ajaranmu
dengan Bintang yang Paling Terang sehingga tersenyumlah kita atas ijinNya.
karena Engkau pernah berkata pada Kami . . . .
” Bersinarlah dengan sinar Kalian Masing-masing, menjadilah seseorang agar manfaat apa yang kalian miliki, dan jadilah kalian yang terbaik diantara yang baik, karena kalian adalah Bintang Terang Ayah.”
Ayah, kini telah terlihat bintang terang pertama telah bersinar melalui ijinNya-Alhamdulillah Kakak telah meraih dua gelar sarjana dan kini tinggal menunjukkan padamu balasan atas ajaranmu...dan sekarang Syukur Alhamdulillah Kakak dapat bekerja di kubik Training sebagai staf CRO (Client Relation Officer), dan dalam waktu dekat Bintang terang pertamamu akan dipinang menjadi dosen di universitasnya dahulu, doakan pula sebelumnya Kakak akan melanjutkan S2nya kembali melanjutkan harapanmu Ayahanda mungkin saja mimpinya akan segera terwujud menuntut ilmu di negeri nan jauh di sana.
Ayahanda, seperti Kakak . . . .
Nanda juga mempunyai banyak impian menjadi bintang terang kedua . . . .
Berjajar dengan bintang terang pertama tuk mengungkapkan betapa Kami Cinta,
tuk memperlihatkan luhurnya ajaranmu
duhai Ayahanda.
Wassalamu’alaikum WarohmatullahiWabarokaatuh . . .
Dari Nanda,
yang selalu ingin membuat bangga--
bersanding bahagia dengan Ayah Bunda
Nanda : Laely Zuhruf Indrissaharani
Yang selalu cinta
| Wahai Para Pejuang | 2/06/2009 |
|
Filed under:
inspirasi
|
|
Seringkali kita tidak menyadari bahwa banyak orang-orang baik di sekitar kita yang pada awalnya mempunyai masa lalu yang boleh dibilang jauh dari norma yang berlaku. mereka seringkali belajar banyak dan lebih keras dari kita yang mungkin selama ini "manis saja". Banyak mungkin contoh orang-orang yang notabenenya dulunya "nakal" atau jauh dari nilai-nilai keislaman, tetapi justru itulah yang menyebabkan mereka banyak belajar dari pengalaman tersebut untuk terus mencari kebenaran dan jati dirinya.
contohnya saja banyak para pendeta misalnya yang berpindah menjadi islam karena dalam studi atau pendidikannya mempelajari AlQur'an (islamologi) sehingga dari sanalah mereka memperoleh hidayah dari pembelajarannya tersebut--bahkan seringkali mereka lebih pintar dibanding dengan orang-orang islam yang dari lahir memang sudah islam. mereka cenderung lebih kritis dan cerdas, banyak mempelajari Islam secara lebih mendalam. jadi seringkali saya selaku umat islam pun malu dan tertohok sembari menyadari kenapa kita tidak belajar lebih baik dari mereka--padahal kita sudah islam lebih dulu. pengalaman saya ketika bertemu dengan seseorang diperjalanan kemarin pun kembali refleksi diri bagaimanakah diri saya sekarang?. kemarin seorang sahabat sebut saja seperti itu, yang kebetulan satu gerbong dalam perjalanan pulang ke kota lahirku--memberikan banyak sekali aufklaarung (pencerahan) untuk ku. betul-betul nasehat yang baik dari sahabatku tersebut. ya, pada awalnya beliau menceritakan tentang hidupnya yang sangat penuh dengan lika-liku--ibaratnya kalau di sinetron dahulunya beliau menjadi pemeran antagonis. lakon yang beliau laksanakan sebagai pemuda yang mencari jati diri menjadikannya banyak melakukan hal-hal negatif baik secara agama maupun dalam pandangan masyarakat. Benar memang apa kata para ilmuwan bahwa kita yang notabenenya masih remaja maupun pemuda merupakan masa-masa mencari jati diri--jadi segala sesuatunya pengin dicoba dan diraih. begitu pula dengan sahabat perjalananku--beliau tak bosannya menceritakan apa saja yang dia alami ketika dahulu pernah mencoba-coba "minum-minuman keras" beliau lakoni. Beliau menceritakan
bahwa awalnya memang lingkungan pergaulan yang memaksanya untuk ikut mencoba-coba segala hal sampai sempat terlena. Padahal beliau pada waktu itu sedang diamanahi orangtuanya untuk menuntut ilmu disalah satu perguruan tinggi di jawa tengah.sempat aku terkaget-kaget mendengar ceritanya yang seperti itu--dilanjutkan dengan gejolak yang timbul setelah beliau pergi berlayar bekerja di salah satu perusahaan pelayaran masih dengan permasalahan yang sama malah semakin menjadi-jadi beliau mencoba nge-drugs dari mulai ekstasi, ganja de-el-el sudah beliau coba. akhirnya setelah berlayar selama 2 tahun beliau memutuskan pulang dan mencari pekerjaan di kota asalnya--setelah itu belum juga selesai kebiasaannya minum-minuman tersebut sampai-sampai terbawa hingga ke tempat kerjanya. Ceritapun terus mengalir hingga sahabat saya ini diketahui sedang mabuk ketika bekerja dan akhirnya surat peringatan alias SP pun didapat beliau tiga kali berturut-turut. waah...bisa terbayang gak? apa yang akan terjadi?!. tetapi jalan takdir berkata lain--melalui tangan dingin dari bapak pimpinan wilayah di tempat kerjanya, sahabatku tertolong. ya, tertolong!tidak hanya tertolong dari ancaman pemecatan, tetapi tertolong dari kehancuran akidah maupun keislamannya. sering sekali beliau diajak pergi bersama bapak pimpinan wilayahnya tersebut sehingga suatu saat bapak pimpinan wilayah ini memberikan kepercayaan kepada sahabatku ini--dengan cara memberikan amanah agar sahabatku menjemput bapak pimpinan tersebut dengan mobil yang dititipkan kepada sahabatku tersebut dengan tepat waktu tentunya. lama kelamaan sahabatku ini banyak belajar. tidak hanya mengenai kedisiplinan tetapi juga tanggungjawab--dan yang tak kalah pentingnya adalah belajar memperbaiki diri melalui diskusi maupun obrolan yang dilakukan mereka ketika diperjalanan maupun di saat-saat tertentu. sahabatku terus bercerita bahwa dari mulai hal-hal kecil seprti itulah beliau banyak belajar keislaman, cara beribadah maupun akhlak. sedikit-sedikit beliau sahabatku tersebut belajar sholat kembali dari awal dan memperbaiki ibadahnya hingga sekarang alhamdulillah sudah terbiasa dengan amalan tahajutnya yang dilakukannya bersama dengan istrinya. subhanallah . . . Hidayah muncul tanpa disangka-sangka sampai-sampai memunculkan hasil pribadi luar biasa mau banyak belajar--sampai-sampai beliau sahabatku ini memperlihatkan buku-buku islaminya tentang ibadah maupun keislaman. dan yang sungguh aku kagumi adalah beliau setiap harinya berlangganan sms islam setiap harinya serta tak segan-segan sambil memperlihatkan sms-sms yang didapakan melalui operator sms konten islami kepada saya dan setiap hari beliau selalu mengirimkan kepada teman-temannya walaupun tidak diminta. sedangkan dalam pekerjaan sahabat saya ini alhamdulillah menjadi top supervisor di tempat kerjanya.
dua point yang saya ambil hikmahnya dari cerita sahabat saya tersebut adalah bahwa
jangan malu untuk bertanya maupun belajar di manapun kapanpun khususnya tentang islam. kita sebagai pencari ilmu tak perlu ragu menuntut ilmu apalagi itu baik untuk kemajuan.
subhanallah...
saya juga kagum dengan sosok bapak pimpinan wilayah tersebu--patut dijadikan contoh dan tauladan. caranya membimbing dengan hati tanpa menghakimi ataupun menghukum akhirnya berhasil mendidik sahabatku ini menjadi seseorang . sehingga sahabat saya tersebut selamat dari ancaman pemecatan maupun dunianya yang dahulu sempat kelam.
intinya adalah Wahai Pejuang di jalan Allah... mari kita berdakwah dengan hati tanpa menghakimi tanpa menyakiti maupun menghakimi.
ALLAHU AKBAR!!!
| Jangan Menangis Palestine | 2/05/2009 |
|
Filed under:
Puisiku
|
|
Debur bom
Mengancam nyawa
Segala sudut kota dan lorongnya
Seakan menimbulkan luka
Di saat kebiadaban merajalela
Tak tahu berapa nyawa yang terbayar tanpa harga
Bangsa yang terusir telah merampas paksa
Kejam tiada batasnya
Menyakiti
Tanpa nurani
Bangsa yang paling kejam permusuhannya
Merampas tanah suci Palestine
Lihat ! . . . . . .
Lihatlah !!!
kalian bisa tertawa
Bersuka cita atas luka yang menganga pada Palestine
Tetapi ingat !
Ingatlah !!!
Tawa kalian akan segera berganti
Mati . . . . .
Kesukaaan kalian kan terbayar duka
Wahai bangsa Yahudi . . . . .
Ya Robbana . . . . .
Usap, Usaplah tangis Palestine
Ganti, gantilah dengan kemenangan dariMU
Rangkul hati mereka
Hapuskan luka dan sakitnya . .
Jangan menangis Palestine
Kalian adalah pemenangnya
Sebagaimana telah tertulis dalam AlQur’an
” Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman ” (ATTAUBAH 14)
Latahzan Palestine . . . . . . .
ZuHrUf_ OnLy
