
Posting TerakhirArsip BlogLabels
Pesan KesanLinksKomentar Terakhir |

| Wahai Para Pejuang | 2/06/2009 |
|
Filed under:
inspirasi
|
|
Seringkali kita tidak menyadari bahwa banyak orang-orang baik di sekitar kita yang pada awalnya mempunyai masa lalu yang boleh dibilang jauh dari norma yang berlaku. mereka seringkali belajar banyak dan lebih keras dari kita yang mungkin selama ini "manis saja". Banyak mungkin contoh orang-orang yang notabenenya dulunya "nakal" atau jauh dari nilai-nilai keislaman, tetapi justru itulah yang menyebabkan mereka banyak belajar dari pengalaman tersebut untuk terus mencari kebenaran dan jati dirinya.
contohnya saja banyak para pendeta misalnya yang berpindah menjadi islam karena dalam studi atau pendidikannya mempelajari AlQur'an (islamologi) sehingga dari sanalah mereka memperoleh hidayah dari pembelajarannya tersebut--bahkan seringkali mereka lebih pintar dibanding dengan orang-orang islam yang dari lahir memang sudah islam. mereka cenderung lebih kritis dan cerdas, banyak mempelajari Islam secara lebih mendalam. jadi seringkali saya selaku umat islam pun malu dan tertohok sembari menyadari kenapa kita tidak belajar lebih baik dari mereka--padahal kita sudah islam lebih dulu. pengalaman saya ketika bertemu dengan seseorang diperjalanan kemarin pun kembali refleksi diri bagaimanakah diri saya sekarang?. kemarin seorang sahabat sebut saja seperti itu, yang kebetulan satu gerbong dalam perjalanan pulang ke kota lahirku--memberikan banyak sekali aufklaarung (pencerahan) untuk ku. betul-betul nasehat yang baik dari sahabatku tersebut. ya, pada awalnya beliau menceritakan tentang hidupnya yang sangat penuh dengan lika-liku--ibaratnya kalau di sinetron dahulunya beliau menjadi pemeran antagonis. lakon yang beliau laksanakan sebagai pemuda yang mencari jati diri menjadikannya banyak melakukan hal-hal negatif baik secara agama maupun dalam pandangan masyarakat. Benar memang apa kata para ilmuwan bahwa kita yang notabenenya masih remaja maupun pemuda merupakan masa-masa mencari jati diri--jadi segala sesuatunya pengin dicoba dan diraih. begitu pula dengan sahabat perjalananku--beliau tak bosannya menceritakan apa saja yang dia alami ketika dahulu pernah mencoba-coba "minum-minuman keras" beliau lakoni. Beliau menceritakan
bahwa awalnya memang lingkungan pergaulan yang memaksanya untuk ikut mencoba-coba segala hal sampai sempat terlena. Padahal beliau pada waktu itu sedang diamanahi orangtuanya untuk menuntut ilmu disalah satu perguruan tinggi di jawa tengah.sempat aku terkaget-kaget mendengar ceritanya yang seperti itu--dilanjutkan dengan gejolak yang timbul setelah beliau pergi berlayar bekerja di salah satu perusahaan pelayaran masih dengan permasalahan yang sama malah semakin menjadi-jadi beliau mencoba nge-drugs dari mulai ekstasi, ganja de-el-el sudah beliau coba. akhirnya setelah berlayar selama 2 tahun beliau memutuskan pulang dan mencari pekerjaan di kota asalnya--setelah itu belum juga selesai kebiasaannya minum-minuman tersebut sampai-sampai terbawa hingga ke tempat kerjanya. Ceritapun terus mengalir hingga sahabat saya ini diketahui sedang mabuk ketika bekerja dan akhirnya surat peringatan alias SP pun didapat beliau tiga kali berturut-turut. waah...bisa terbayang gak? apa yang akan terjadi?!. tetapi jalan takdir berkata lain--melalui tangan dingin dari bapak pimpinan wilayah di tempat kerjanya, sahabatku tertolong. ya, tertolong!tidak hanya tertolong dari ancaman pemecatan, tetapi tertolong dari kehancuran akidah maupun keislamannya. sering sekali beliau diajak pergi bersama bapak pimpinan wilayahnya tersebut sehingga suatu saat bapak pimpinan wilayah ini memberikan kepercayaan kepada sahabatku ini--dengan cara memberikan amanah agar sahabatku menjemput bapak pimpinan tersebut dengan mobil yang dititipkan kepada sahabatku tersebut dengan tepat waktu tentunya. lama kelamaan sahabatku ini banyak belajar. tidak hanya mengenai kedisiplinan tetapi juga tanggungjawab--dan yang tak kalah pentingnya adalah belajar memperbaiki diri melalui diskusi maupun obrolan yang dilakukan mereka ketika diperjalanan maupun di saat-saat tertentu. sahabatku terus bercerita bahwa dari mulai hal-hal kecil seprti itulah beliau banyak belajar keislaman, cara beribadah maupun akhlak. sedikit-sedikit beliau sahabatku tersebut belajar sholat kembali dari awal dan memperbaiki ibadahnya hingga sekarang alhamdulillah sudah terbiasa dengan amalan tahajutnya yang dilakukannya bersama dengan istrinya. subhanallah . . . Hidayah muncul tanpa disangka-sangka sampai-sampai memunculkan hasil pribadi luar biasa mau banyak belajar--sampai-sampai beliau sahabatku ini memperlihatkan buku-buku islaminya tentang ibadah maupun keislaman. dan yang sungguh aku kagumi adalah beliau setiap harinya berlangganan sms islam setiap harinya serta tak segan-segan sambil memperlihatkan sms-sms yang didapakan melalui operator sms konten islami kepada saya dan setiap hari beliau selalu mengirimkan kepada teman-temannya walaupun tidak diminta. sedangkan dalam pekerjaan sahabat saya ini alhamdulillah menjadi top supervisor di tempat kerjanya.
dua point yang saya ambil hikmahnya dari cerita sahabat saya tersebut adalah bahwa
jangan malu untuk bertanya maupun belajar di manapun kapanpun khususnya tentang islam. kita sebagai pencari ilmu tak perlu ragu menuntut ilmu apalagi itu baik untuk kemajuan.
subhanallah...
saya juga kagum dengan sosok bapak pimpinan wilayah tersebu--patut dijadikan contoh dan tauladan. caranya membimbing dengan hati tanpa menghakimi ataupun menghukum akhirnya berhasil mendidik sahabatku ini menjadi seseorang . sehingga sahabat saya tersebut selamat dari ancaman pemecatan maupun dunianya yang dahulu sempat kelam.
intinya adalah Wahai Pejuang di jalan Allah... mari kita berdakwah dengan hati tanpa menghakimi tanpa menyakiti maupun menghakimi.
ALLAHU AKBAR!!!

0 komentar:
Posting Komentar