
Posting TerakhirArsip BlogLabels
Pesan KesanLinksKomentar Terakhir |

| " Ibu Dongengi Aku . . . " | 11/09/2008 |
Ibu Dongengi Aku. . . . .” Begitulah mungkin rengekan atau jeritan hati anak-anak Indonesia sekarang. Sungguh ironis memang, di tengah kemajuan dalam segala aspek kehidupan, di situ pulalah anak-anak merasa dahaga dengan kasih sayang. Padahal konsekuensi kasih sayang itu sendiri tak harus diungkapkan secara verbal, tetapi cukuplah dengan perlakuan maupun perhatian orangtua di tengah- tengah kesibukan dan hiruk pikuk kehidupannya, seringkali anaklah yang menjadi korban dari keegoisan orangtuanya yang lebih banyak kesibukan di luar dari pada di rumah. Akibatnya lahirlah anak-anak yang kurang kasih sayang, yang mengakibatkan kurang sensitifnya anak dengan dengan lingkungan sekitar dan kurang adaptif pula perilaku yag ditunjukkan kepada orang lain. Sehingga muncullah perilaku yang seringkali dianggap “nyleneh”, “urakan”, “nakal” dan yang sejenisnya.
Naah…
perilaku tersebut tidak akan terjadi atau setidaknya dapat diminimalisir apabila orangtua melakukan tindakan preventive (sebelum terjadinya hal yang tidak diinginkan). Yaitu dedngan mengadakan intervensi dini. Yaitu dengan memberikan anak apa yang dibutuhkannya dalam hal psikologis (kejiwaannya) berupa rasa kasih sayang, perhatian, pemberian hadiah dan motivasi (dorongan) agar anak merasa dicintai bukan sebaliknya.
Dalam hal ini, orangtua yang memiliki anak khususnya dalam masa-masa “Golden Age” dapat meluangkan waktunya untuk mendekatkan diri dengan anak untuk bersama mereka.
Khususnya ibu sebagai “madrasah pertama” yaitu sebagai mempunyai peran yang signifikan dalam mendidik sebelum anak mengikuti pendidikan-pendidikan di luar, kiranya orangtua khususnya Ibu dapat mencurahkan sebagian besar waktunya demi perkembangan buah hatinya tersebut. Setiap harinya minimal seorang Ibu menunjukkan perhatian dan cinta kasihnya dengan memberikan pengantar sebelum tidur tanpa meninggalkan aspek-aspek moral, maupun spiritual. Cara yang efektif untuk menyampaikan sesuatu amanah ataupun nasehat kepada anak, salah satunya adalah dengan membacakan buku cerita sambil mendongengkannya. Walau pun menunjukkan kasih sayang tak melulu melalui mendongeng, tapi ini merupakan salah satu alternative yang paling efektif, kenapa efektif ? Karena dari mendongenglah ikatan emosional antara Ibu dan anak akan terjalin dengan indah, anak bisa tiduran di pangkuan Ibu sambil di belai-belai tanda sayang, bahwa di sini juga anak akan belajar mengenai keterbukaan. Emmm … bisa dibayangkan betapa indahnya ikatan antara ibu dan anak yang terjalin yang dimulai dari mendongeng, apalagi jika yang didongengkan adalah cerita-cerita yang sarat makna dan amanah yang bisa membangun motivasi anak berprestasi, tentunya tepat sekali dengan pepatah yang berbunyi “ sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui “. Selain itu banyak penelitian mengenai manfaat mendongeng yang sarat makna. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli melalui beberapa sample yang ada, bahwa anak yang waktu kecilnya seirng didongengi maka pada waktu Ia mulai mengikuti pendidikan di bangku sekolah akan terlihat menonjol dalam hal prestasi yang mereka dapatkan, sedangkan beberapa sample anak yang jarang atau tidak pernah sama sekali didongengi, faktanya mendapatkan prestasi yang berada pada tingkatan rataa-rataa kelas ataupun di bawah rata-rata. Kenapa bisa seperti itu ?? faktanya dari beberapa hasil penelitian, anak-anak yang sering diberikan pengantar sebelum tidur dengan dibacakan dongengan dengan intensitas tinggi atau sering, mereka akan menjadi anak-anak yang kreatif karena daya imajinasinya terlatih ketika Ibu membacakan dongeng pastinya anak akan berusaha mengasosiasikan melalui gambaran mentalnya. Selain itu pastinya akan membantu perkembangan kognitif anak sehingga terasahlah kecerdasan anak-anak dengan stimulant pengantar tidur dari Ibu. Sedangkan manfaat bagi si Pendongeng, maka percayalah ini merupakan Therapi bagi jiwa, jika dalam membawakannya dengan sepenuh hati dan dengan penuh penghayatan baik mengenai watak, suara, intonasi, maupun suasana yang dirasakan dalam cerita tersebut.
Dengan sering-sering membacakan dongeng pengantar tidur bagi anak, secara tidak langsung akan merangsang minat anak untuk membaca buku tanpa harus dipaksakan. Hal tersebut akan membantu perkembangan intelektual dan kematangan belajar anak. Dan diharapkan anak-anak Di dunia khususnya di Indonesia pada saatnya nanti menjadi generasi-generasi unggul, berwawasan luas, mempunyai kecerdasan intelektual, emosional, maupun spiritual yang tinggi untuk dijadikan generasi pemimipin unggul di masa depan, yang berguna bagi kemaaslahatan ummat.

0 komentar:
Posting Komentar